pop | arts whatever

Monday, December 04, 2006

Gema

Novel Waiting (diterjemahkan oleh Rahmani Astuti, Sebuah Penantian, Bandung: Q Press, Agustus 2006) karya Ha Jin dibuka dengan kalimat yang menakjubkan. Setiap musim panas, Lin Kong kembali ke Desa Angsa untuk menceraikan istrinya, Shuyu. Terpesona oleh keajaiban kalimat itu, saya pun iseng mengetik di Google dengan kata kunci 'first line novel'. Di luar dugaan, keisengan saya bersambut. Saya menemukan daftar 100 Best First Lines from Novels bikinan American Book Review. Dan, aha, saya menemukan kalimat pembuka Waiting berada di peringkat 29 -setingkat di bawah The Stranger-nya Albert Camus yang dibuka dengan kalimat, Mother died today, dan jauh di atas Mrs. Dalloway said she would buy the flowers herself dari novel Mrs Dalloway karya Virginia Woolf.

Dari tahun ke tahun, Lin Kong berusaha menceraikan Shu Yu karena ia menikahi perempuan itu tanpa cinta. Ketika masih menjadi mahasiswa kedokteran militer, Lin Kong sudah ditunangkan dengan Shu Yu untuk sebuah alasan yang tak bisa ia hindari oleh siapapun yang ingin menjalankan tugasnya menjadi anak yang berbakti pada orang tua. Namun, ketika pulang dan bertemu dengan tunangannya itu, ia kecewa. Kekecewaan itu ia pendam sampai 18 tahun, ketika akhirnya berhasil menceraikan Shu Yu untuk menikahi perempuan yang dicintainya, Manna Wu, perawat sekaligus mantan muridnya di rumah sakit militer tempat dia bekerja.

Waiting adalah sebuah kisah cinta yang sederhana, dan dituturkan dengan bahasa yang tenang dan bersahaja pula. Tak ada emosi yang meledak-ledak, bahkan boleh dibilang nyaris tak ada ekspresi, namun ketenangannya itu begitu berwibawa, menyimpan pesona yang mampu menyedot pembaca untuk terus-menerus menyediakan kesabarannya. Daya tarik utama novel ini memang bukan pada kisah cintanya itu sendiri, namun bagaimana semua itu diungkapkan lewat tokoh-tokoh yang mewakili sebuah situasi zaman: China di masa abad ke-20 yang berjalan gamang di atas revolusi kebudayaan. Yakni, ketika buku-buku bermuatan ideologi dan sintimen borjuis Barat (asing) dilarang, dan hubungan dengan negara tetangga (Rusia) masih diwarnai ketegangan militer.

Lin Kong dan Manna Wu mewakili karakteristik manusia urban kota yang telah dicerahkan dengan ilmu pengetahuan, sedangkan Shu Yu mewakili kekolotan dan keluguan masyarakat yang belum tersentuh modernitas. Ia selalu setuju setiap Lin hendak menceraikannya, tapi begitu duduk di depan hakim, ia menangis sehingga perceraian itu selalu gagal. Dan, Lin harus kembali ke kota dan memberi tahu Manna Wu bahwa mereka harus menunda pernikahan mereka sekali lagi. Novel ini adalah metafor tentang hidup itu sendiri, tempat manusia-manusia terkurung dalam ritme yang membingungkan, antara nasib dan usaha untuk berdamai dengannya. Lin dan Manna memang berhasil melewati masa penantian yang panjang. Tapi, setelah itu apa? Cinta ternyata tak seagung seperti yang dipuja.

Ha Jin, lewat Waiting, telah menampilkan sebuah dunia yang tak hitam-putih. Konsep-konsep keyakinan manusia dijungkirbalikkan dan pembaca dibentur-benturkan dengan keras sebelum akhirnya tercenung, terengah-engah: kesetiaan tak seperti yang dipikirkan dan hanya dipisahkan oleh garis yang sangat tipis dengan pengkhianatan. Impian-impian kebahagiaan hanyalah ironi yang tak pernah benar-benar terpahami. Menanti, pada akhirnya, ternyata tak punya ujung selain kesia-siaan yang menyakitkan. Tapi, apakah lantas hidup menjadi tidak bermakna setelah tahu bahwa segala yang dikejar dengan penuh perjuangan ternyata tak seindah yang dibayangkan? Novel yang baik tidak pernah selesai dibaca walaupun sudah sampai di halaman terakhir. Novel yang baik meninggalkan gema yang panjang di benak dan hati pembacanya. Begitulah Waiting, Sebuah Penantian karya Ha Jin.

3 Comments:

Blogger Haris Firdaus said...

saya gak sepakat ma mas k winarta. masak tema "tak penting". sastrawan besar karena kekuatan tema tulisannya. cara penulisan emang pengaruh tapi mungkin tema tidak ada di bawah cara penulisan.

haris
http://rumahmimpi.blogspot.com

2:32 AM  
Blogger oakleyses said...

toms shoes, supra shoes, montre pas cher, ugg uk, juicy couture outlet, moncler, lancel, michael kors outlet online, ugg pas cher, michael kors handbags, barbour, doke & gabbana, michael kors outlet, coach outlet, louis vuitton uk, canada goose jackets, pandora charms, moncler, ugg,ugg australia,ugg italia, links of london uk, moncler jackets, hollister, juicy couture outlet, canada goose outlet, swarovski uk, pandora jewelry, canada goose pas cher, canada goose outlet, marc jacobs, moncler pas cher, thomas sabo uk, swarovski jewelry, karen millen uk, louis vuitton, moncler, moncler uk, sac louis vuitton, canada goose, moncler outlet, louis vuitton, canada goose, wedding dresses uk, ugg,uggs,uggs canada, canada goose uk, sac louis vuitton, moncler, replica watches, barbour jackets uk, bottes ugg pas cher, canada goose jackets

7:22 PM  
Blogger Unknown said...

hermes outlet
nike trainers
mlb jerseys
michael kors outlet
canada goose outelt
swarovski crystal
air jordan 4
lacoste pas cher
kobe bryants shoes
cheap football shirts
swarovski crystal
parajumpers outlet
canada goose outlet
ralph lauren outlet
air jordan 11
phone cases
michael kors canada
longchamp handbags
louis vuitton bags

12:54 AM  

Post a Comment

<< Home